Ete Marboen Weblog

web ini didedikasikan utk abang terkasih, Pdm. Rido Manik S.Th

Surat mu untukku II

Yanti yang baik….
T’rima kasih buat e-mail kamu yang sudah kau kirim
Aku tau kalau aku sepantasanya harus menyadari siapa aku
“Seorang pria yg sudah pernah berkeluarga….”
Yang hanya mencoba untuk mencari teman hidup kembali
di antara belantaranya keprihatinan dan rasa kasihan seorang wanita
Itu pun kalau masih ada….
Yanti yang baik….
Aku gak pernah bisa menyalahkan kamu
Karena bagi aku, kamu gak pernah buat kesalahan apapun
Kalaupun itu aku memang merasakan kecewa
Itu karena aku yang terlalu “bodoh” untuk memaksa kamu mengerti aku…
Aku terlalu egois untuk memaksa kamu mengerti masalah aku
Atau aku terlalu konyol buat merusak suasana hati kamu
Yanti yang baik….
Aku jujur mau katakan bahwa aku sangat senang menerima telp kamu
Aku merasa tidak sendiri lagi
Aku merasa punya teman yang peduli dgn keadaan aku
Ya, keadaan aku sebagai seorang “duda”
Aku merasa kalau kamu sangat menghargai persahabatan kita
Apalagi kita satu suku, satu agama dan satu iman
Aku sangat berterima kasih buat semuanya
Yanti yang baik….
Maafkan aku kalau aku terlalu bodoh untuk mengatakan apa yang
sesungguhnya aku tidak tau dan tidak mengerti
Aku gak mau membuat kamu berpikir keras karena aku
Aku justru pingin kamu benar-2 tenang dan baik dlm kuliah kamu
Aku akui kalau aku bersalah karena terlalu bodoh untuk mengatakan apa yang
sesungguhnya tak pantas aku katakan dan paksakan pada kamu
Yanti yang baik….
Aku gak bisa bilang apapun pada kamu
Aku gak mungkin memaksa kamu untuk melakukan sesuatu buat aku
“memangnya SIAPA AKU BAGI DIRI KAMU?”
Itulah yang aku sadari benar-2 Yantiku….
Aku sangat-2 tidak pantas buat mencoba mencintai/menyukai kamu
Aku terlalu bodoh Yanti…
Maafkan aku ya?
Mungkin aku terlalu terobsesi oleh kondisi dan posisi aku
sebagai seorang DUDA….sendirian…dgn anak yg membutuhkan seorang ibu..
Maafkan aku yg bodoh ini…
Dan aku gak bisa bicara apa-2 lagi..
Maafkan aku…
*** *****…

Desember 24, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Rido Manik | | No Comments Yet

Surat mu untukku

Yantiku yang baik…

Aku berterima kasih buat e-mail kamu yang sdh kamu kirim ke aku, dengan ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru kamu untuk aku. Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa HP aku gak aktif belakangan ini. Dan aku tidak setuju dengan pra-duga kamu tentang aku yang telah berusaha untuk melupakan kamu. Yantiku, aku tidak pernah akan mampu untuk melakukan hal itu. Sungguh…aku tidak akan dapat melupakan semua yang pernah dan telah terjadi (ada) di antara kita….

Yantiku yang baik….

Aku mau katakan bahwa seminggu yang lalu aku mengalami kecelakaan ringan yang menurut keterangan dokter praktek yang merawat aku tidak terlalu berbahaya. Aku hanya harus istirahat di rumah selama 4 hari. Peristiwa itu terjadi pas setelah kamu telepon aku malam Sabtu minggu yang lalu, ketika kamu memberi kabar lewat telepon ke aku bahwa kamu sudah berada di Bogor, dan rencananya pada hari Minggu kamu akan berangkat ke Bandung.

Yanti….

Terus terang….ketika mendengar kabar itu, aku sama sekali gak konsentrasi. Pikiran aku kacau balau. Aku bertanya-tanya dalam hati, mengapa Yanti harus melakukan hal itu? Dan dengan siapa dia pergi ke Bandung? Untuk apa dia pergi ke sana? Kamu masih ingatkan, ketika kamu telp aku siangnya sebelum kamu berangkat, aku terus saja menebak dan bahkan mungkin sedikit “curiga” ke kamu kalau kamu pergi untuk menemui “pacar” kamu yang dulu itu. Jujur aku katakan bahwa sejauh itu aku tetap beranggapan dan menduga kamu memang menemui dia. Bahkan sampai malam ketika aku menerima telp kamu dari Bogor itu, aku sedang ke rumah teman kerja aku, aku ingat bahwa aku juga sempat bilang bahwa kamu akan menemui dia khan? Kamu masih ingat itu?

Nah….

Sepulang dari situlah, aku sepertinya gak konsentrasi benar-2 di atas motor aku…..lalu entah bagaimana, aku nyerempet (atau diserempet) mobil “kuda” metalik, aku gak ingat no. polisinya waktu itu. Aku terjatuh ke trotoar jalan, dan memang gak sempat pingsan. Hanya saja, wajah aku ada sedikit lecet sebelah kiri. Untung aku ditolong oleh beberapa pejalan kaki yang sedang jalan pada saat itu. Pukul 13.15 dini hari aku baru benar-2 bisa pulang ke rumah, setelah mendapat perawatan ringan dari praktek dokter yang tidak jauh dari tempat peristiwa itu. HP aku rusak, dan sepertinya gak bisa difungsikan lagi. Makanya gak ada yang bisa aku hubungi dan menghubungi aku.

Yanti…..

Malam sabtu ini (10 Des 2004) aku sepulang dari kantor, aku singgahkan di warnet teman aku, untuk membuka e-mail (dan kalo-2 kebetulan kamu ol, tapi gak ada aku temui nick kamu), dan aku temukan beberapa catatan-catatan penting kamu dalam e-mail aku. Terus terang aku sangat terharu dan merasa sangat bersalah sama kamu. Aku terlalu kejam dan kelewatan beropini jelek terhadap kamu. Aku memang sempat menaruh “benci” ke kamu, karena perkataan kamu yang jujur kamu ungkapkan ke aku. Akhirnya aku menyadari bahwa sesungguhnya kamu tidak bersalah dalam hal ini. Kamu memang sewajarnya mengungkapkan apa yang sedang kamu alami dengan segala kondisi yang sedang membebani kamu. Dan aku sebagai seorang yg sdh dewasa tidak sepatutnya mempersalahkan kamu. Karena aku tahu kalau kamu pernah punya masa lalu yang indah dan sekaligus mengecewakan. Kamu hanya mengungkapkan apa yang sedang kamu alami saat itu.

Yantiku…..

Dengan e-mail ini, aku minta maaf yang sebesar-2 nya ke kamu untuk semua apa yang sdh aku ungkapkan ke kamu yang telah membuat hati kamu sakit dan kecewa sama aku. Aku memang bukan laki-laki yang baik untuk seorang gadis baik sepertimu; Aku memang bukan seorang “abang” yang baik buat seorang “adik” sepertimu: Aku memang bukan seorang “saudara” yang baik untuk seorang “saudara” sepertimu…..dan Aku memang bukan seorang KEKASIH yang baik untuk seorang KEKASIH sepertimu. Aku sadari sepenuhnya hal ini.

Yanti….

Kalaupun aku sempat menulis e-mail ini untuk kamu, keadaan kesehatanku belum pulih seutuhnya. Sebab, kata dokter praktek yg merawat aku, ada tulang bahu sebelah kiri aku yang memar, sampai saat ini masih aku rasa sedikit sakit kalau aku paksakan bergerak terlalu banyak. Mungkin untuk beberapa hari ke depan, aku harus istirahat, dan jam kerjaku aku minta untuk sementara dikurangi. Aku ceritakan ini ke kamu hanya sebagai ungkapan kenyataan mangapa kamu gak bisa menghubungi aku lagi. Ingat….aku tidak pernah bisa melupakan kamu…walau itu sempat aku coba ketika aku marah dan membenci kamu kemarin-kemarin. Tetapi, yang ada hanya satu: AKU TIDAK BISA MELUPAKAN KAMU……

Yanti….

Mudah-2 an dengan ini kamu bisa mengerti apa yang sedang terjadi terhadapku. Aku akan baik-2 saja koq. Mungkin, aku harus memetik hikmah yang berharga dari semua peristiwa ini. Oya….ntar kalau aku sudah bisa membeli HP baru aku lagi….aku beritahu nomornya ke kamu ya? Dan aku lupa no telp rumah kamu dan HP kamu…..habis, kartunya seeh ikut-ikutan rusak. Ingat ya sayang: AKU AKAN TETAP MENYAYANGI KAMU WALAU APAPUN YANG AKAN AKU LEWATI DALAM SEPANJANG PERJALAN KARIR DAN HIDUP AKU….

Dari yang selalu menyayangi kamu

**** ******** *****

Desember 24, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Rido Manik | | No Comments Yet