Sukses menurut mu
ini adalah definisi ’sukses’ menurut B`AP yang baru kali ini statementnya aku iyakan :
Banyak orang mengejar kesuksesan, tetapi tidak mengetahui apa arti kesuksesan itu sendiri.
Banyak orang mengejar sesuatu, tetapi dia tidak mengetahui apakah sesuatu itu sudah diperolehnya atau tidak.
Banyak orang harus berkonsultasi dengan orang ‘tertentu’ hanya untuk mengetahui apakah dia sudah memperoleh kesuksesan. Kesuksesan yang sudah diambang mata tidak terlihat, tetapi kegagalan yang nun jauh disana sudah membayangi.
Banyak orang mengatakan dia sudah memperoleh kesuksesan tetapi jika ditanya apa bukti kesuksesan dia tidak mengetahuinya.
Banyak orang mengatakan orang lain sudah sukses, tetapi dia tidak mengetahui kesuksesan apa yang diperoleh orang tersebut.
Banyak orang yang mengatakan dia tidak sukses, tetapi sebenarnya dia sudah memperoleh kesuksesan.
Dari hal diatas, kesuksesan itu merupakan suatu ukuran, yang dibuat oleh manusia untuk mengukur. Ukuran tersebut sangat relatif dan tidak bisa menjadi patokan atau standarisasi arti sebuah kesuksesan.
Banyak orang mengatakan kesuksesan itu diperoleh jika:
1. Jika kekayaan yang diperolehnya sudah melebihi kekayaan orang lain pada umumnya.
2. Sudah memperoleh martabat di tengah-tengah masyarakat
3. Jika orang lain sudah mengatakan dia sukses
10 tahun yang lalu, tetanggaku, teman-temanku mengatakan aku sudah sukses, karena aku sudah bekerja, di www.depkeu.go.id.
5 tahun yang lalu, tetanggaku, teman-temanku mengatakan aku belum sukses 100 %, karena aku belum berkeluarga, ukurannya bukan lagi pekerjaan, tetapi berkeluarga. Mereka sudah lupa dengan ucapan kesuksesan mereka 10 tahun lalu.
1 tahun yang lalu, tetanggaku, teman-temanku mengatakan aku telah gagal, karena sampai saat itu tidak
berkeluarga .
Suatu ironi memang jika penilaian kesuksesan itu diberikan oleh orang lain. Padahal jika mereka bertanya
dahulu pada diriku, apakah aku sudah merasa memperoleh sukses? pasti kujawab belum, baik 10 tahun lalu, 5 tahun lalu, ataupun setahun yang lalu.
Baru-baru ini, temanku mengatakan, dia baru sukses jika dia sudah memberikan uang kepada orangtuanya. Tetapi apakah benar orangtuanya akan menganggap dia sukses jika sudah bekerja?
Dikarenakan penilaian kesuksesan itu dibiarkan dilakukan oleh orang lain, membuat orang-orang yang mengejar kesuksesan tidak mengetahui lagi apa arti kesuksesan itu.
Kawanku, Dosen di YK
Beberapa hari ini aku chat dengan seorang kawan yang tinggal dan kuliah juga bekerja di YK, bang Rintar nama nya, dia orang batak, Simatupang, abang ini baik, tapi kadang suka marah kalau aku memakai kalimat bahasa batak yang kasar, hehehe mungkin karena abang ini lama di YK dengan adat dan lingkungan yang halus jadi agak janggal bila mendengar orang memanggilnya dengan sebutan “kau”,”eh”. abang ini banyak bercerita tentang S2 yang diambilnya di YK, juga pekerjaannya, chat dengan bang Rintar memberiku keinginan untuk melanjutkan S2 ku, walupun itu baru sebuah impian.
Aku pernah membaca sebuah kalimat bijak bahwa orang yang mempunyai impian lah yang bisa mewujudkan apa yang dia inginkan, hmmmpp semoga aja itu terjadi sama ku ya
Berikut adalah foto abang itu, bang Rintar
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Juli 2008 (4)
- April 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- Januari 2008 (12)
- Desember 2007 (12)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
