Dia sudah menikah
beberapa hari yang lalu aku memberanikan diri untuk jalan jalan mengelilingi kota Medan selama aku liburan disini, tempat yang ingin sekali aku kunjungi adalah pancur batu di seberang pom bensin, disana ada tempat dimana dulu orang yang pernah mencuri sebagian perhatianku bekerja disana. dengan berbohong aku memberanikan diri menanyakan keberadaan dan kabar orang terserbut, tetapi ternyata harapan dan kenyataan nggak sejalan lurus dengan apa yang aku harapkan. sulit sekali meminta nomor yang bisa kuhubungi, bagai tersambar petir dan kaget ketika ku ketahui dia sudah menikah. senang bercampur kecewa juga sih, senang mendengar kabar jika dia sudah memiliki pasangan hidup yang pastinya dia cintai. kecewa karena dia nggak pernah memberikan kabar sedikit pun dalam 1 atau 2 tahun terakhir ini.
sekarang, 2 hari sudah berlalu, besok kepulanganku ke pakkat untuk melanjutkan kembali aktifitas yang harus ku jalani setiap hari, berperang melawan hati nurani.
saat ini aku masih di medan, disebuah warnet, mengedit webblog ku ini sambil mendengarkan musik dari laptop ku,
Ho… songon ronggur nasongot di hos niari
ho… songoni ma rohakki manjalo tonami
naung saut dohape bogasmi tusiboru na asing
malala rohakki, malala ate ate
nggak terasa butiran kecil yang bernama air mata itupun menetes membasahi keyboard laptopku, wujud nyata dari mencintai adalah; membiarkan orang yang kita cintai mendapatkan dan mencari kebahagiannya sendiri, karena mencintai bukan berarti harus memiliki tetapi saling melindungi. (ini orisinil dari hati ku yang paling dalam)
sambil mengetik kembali pikiran dan hatiku melayang ke beberapa tahun silam dimana aku dan dia bertemu dalam sebuah dunia yang ntah dimana kebenarannya; dunia maya.
dan ini adalah pesanku untukmu abang yang terkasih; aku tidakakan mengganggumu lagi, dan ini adalah wujud nyata sayangku untukmu, karena aku tau dan yakin kau sudah menemukan bahagiamu.
maafkan aku jika keberadaanku selama di medan membuatmu tidak nyaman, karena aku berusaha mencarimu dan berbicara dengan dua wanita yang sangat kau sayangi, istri dan putrimu. sekali lagi maaf… aku tidak akan mengganggumu dan akan menutup dan membuang kenangan itu jauh jauh dan menguburnya di dalam hatiku yang paling dalam. dan sekarang akupun akan menjauh dari kotamu ini dan dari segala hal yang berhubungan denganmu… sekali lagi maaf.
1 Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Juli 2008 (4)
- April 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- Januari 2008 (12)
- Desember 2007 (12)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

Horas mejua-juah…
Jadikanlah semua kenangan untuk menguatkan hati dan perasaan.Cinta tidak selamanya memiliki.
Baskami Tarigan