WEB INI AKAN TUTUP
mulai hari ini dan detik ini setelah aku sign in. untuk menghapus segala kenangan yang berhubungan dengan semuanya, maka dengan sangat berat hati aku akan berhenti menulis dan sengaja menelantarkan blog ini tanpa diurus lagi.
maaf, hanya ini yang dapat aku lakukan
Netten HerYanti Marbun S.Th
Dia sudah menikah
beberapa hari yang lalu aku memberanikan diri untuk jalan jalan mengelilingi kota Medan selama aku liburan disini, tempat yang ingin sekali aku kunjungi adalah pancur batu di seberang pom bensin, disana ada tempat dimana dulu orang yang pernah mencuri sebagian perhatianku bekerja disana. dengan berbohong aku memberanikan diri menanyakan keberadaan dan kabar orang terserbut, tetapi ternyata harapan dan kenyataan nggak sejalan lurus dengan apa yang aku harapkan. sulit sekali meminta nomor yang bisa kuhubungi, bagai tersambar petir dan kaget ketika ku ketahui dia sudah menikah. senang bercampur kecewa juga sih, senang mendengar kabar jika dia sudah memiliki pasangan hidup yang pastinya dia cintai. kecewa karena dia nggak pernah memberikan kabar sedikit pun dalam 1 atau 2 tahun terakhir ini.
sekarang, 2 hari sudah berlalu, besok kepulanganku ke pakkat untuk melanjutkan kembali aktifitas yang harus ku jalani setiap hari, berperang melawan hati nurani.
saat ini aku masih di medan, disebuah warnet, mengedit webblog ku ini sambil mendengarkan musik dari laptop ku,
Ho… songon ronggur nasongot di hos niari
ho… songoni ma rohakki manjalo tonami
naung saut dohape bogasmi tusiboru na asing
malala rohakki, malala ate ate
nggak terasa butiran kecil yang bernama air mata itupun menetes membasahi keyboard laptopku, wujud nyata dari mencintai adalah; membiarkan orang yang kita cintai mendapatkan dan mencari kebahagiannya sendiri, karena mencintai bukan berarti harus memiliki tetapi saling melindungi. (ini orisinil dari hati ku yang paling dalam)
sambil mengetik kembali pikiran dan hatiku melayang ke beberapa tahun silam dimana aku dan dia bertemu dalam sebuah dunia yang ntah dimana kebenarannya; dunia maya.
dan ini adalah pesanku untukmu abang yang terkasih; aku tidakakan mengganggumu lagi, dan ini adalah wujud nyata sayangku untukmu, karena aku tau dan yakin kau sudah menemukan bahagiamu.
maafkan aku jika keberadaanku selama di medan membuatmu tidak nyaman, karena aku berusaha mencarimu dan berbicara dengan dua wanita yang sangat kau sayangi, istri dan putrimu. sekali lagi maaf… aku tidak akan mengganggumu dan akan menutup dan membuang kenangan itu jauh jauh dan menguburnya di dalam hatiku yang paling dalam. dan sekarang akupun akan menjauh dari kotamu ini dan dari segala hal yang berhubungan denganmu… sekali lagi maaf.
Medan
ini adalah tulisan ke duaku selama aku berada di medan, banyak tempat yang ku jalani di sini tapi intinya cuman satu, menghabiskan uang… hehehe karena ongkos transportasi di medan ini sangat mahal.
dari tempat namboruku di helvetia, kemudian aku ke bandara untuk menjemput mama dari siborong-borong, kemudian ke simalingkar, kerumah kawan tulan dan menginap disana sehari, dari sana kemudian menuju bandara lagi untuk mengantarkan mama ke jakarta, tapi karena nggak kebagian tiket mama ga bisa berangkat, akhirnya menginap di pringgan di rumah kawan tulang yang lain. dipringgan menginap dua malam dan akhirnya mama bisa berangkat ke jakarta. dari sana aku langsung ke menteng 7 ke tempat eda ku, disana namboruku dari sibolga menungguku. setelah 2 malam menginap disana aku ke padang bulan ke tempat kos kawanku, selama di padang bulan aku bisa jalan jalan deh mengelilingi kota medan…..
hari ini….aku jalani beberapa tempat sendirian, ke daerah pancur batu dan simpang tuntungan ga jauh dari sama ada sekolah, dimana seseorang yang ku kenal pernah bekerja disana, walaupun kenyataannya pahit, ternyata dia sudah menikah… kemudian aku ke simpag tuntungan, disana kulihat gereja GPIB karo, tempat bang Andi Ginting, sambil ditelpon aku cerita banyak tentang tempat tinggal abang itu tapi karena kerja bang Ginting harus mengakhiri telponnya. setelah itu aku makan jagung bakar disimpang dan kemudian pulang ke padang bulan
malamnya aku memberanikan diri menelpon seseorang…takut sih tapi aku hanya bisa puas mendengar suaranya dari speaker hp ku. besok paginya kembali aku ke tempat yang sama. pancur batu. di pkmi, hnya saja bedanya aku nggak berani masuk… kecewa karna nggak berhasil mendapatkan no telp akhirnya aku pulang ke padang bulan dan tinggal disana sampai akhirnya aku pulag kembali ke pakkat untuk bekerja seperti hari-hari biasanya…. ya kecewa juga akhirnya buku skripsi dan buku selamat karangan bpk andar ismail aku bawa pulang kembali.
bersambung…..
Sampai kapan
Tuhan…
Berulang kali aku berdoa dalam hati kepada-Mu tentang hidupku, cara-Mu menuliskan cerita hidupku begitu takku mengerti… banyaknya masalah dan persoalan yang boleh kau izinkan ku lalui dalam hidupku membuatku semakin mengerti bahwa kau ingin menjadikanku anak-Mu yang setia kepada-Mu walapun kadang rasa sakit yang kurasa dalam perjalanan hidupku ini membuatku sering memakimu, tapi aku yakin kau adalah kekasih, sahabat dan Bapa yang setia kepadaku, walaupun kadang keraguan sering ada dalam hatiku kau selalu meyakinkanku untuk selalu berjalan bersama-Mu dalam sepanjang hidupku….
Tuhan…
aku ingin menuliskan banyak keinginanku yang sampai hari ini ingin Kau kabulkan… aku ingin bertemu dengan Abang Manik yg ku kenal beberapa tahun lalu…juga aku ingin bertemu dengan orang yang ku kagumi caranya menceritakan sejarah hidupnya lewat situs webnya dan sekarang aku juga sedang membaca websitenya …TAPI yang penting dan utama adalah, aku ingin menjadi seorang anak yang dapat membahagiakan orang-orang yang ku kasihi… Mama, Bapak, Tulang, kekasihku…. karena pengorbanan mereka sangatlah besar dan aku tak tau hancurnya hati mereka jika aku tak dapat menjadi apa yang mereka inginkan, walaupun kau tau aku tersiksa menjalani semua ini…. dan ……Tuhan, aku ingin sembuh atas sakitku yang ku jalani dalam 7 tahun terakhir ini…
Tuhan…
tentang hal ini aku sering menangis… dalam gelapnya malam dan sunyinya hari-hariku… aku ingin sembuh dan pulang ke kota kelahiranku Jakarta… kadang aku terbangun dalam tidurku dan menangis sampai kapan lagi ya Bapa… hanya Engkau ya Bapa tempatku mengadu… tapi lepas semua itu terima kasihku ucapkan, bahwa dalam pahitnya perjalanan hidupku di kota pakkat Kau berikan aku seorang teman yang dapat ku pinjam bahunya untuk tempatku menangis… walaupun aku tau diapun sedang menjalani cerita hidupnya sendirian. Dan teruntukmu, jika aku tidak lagi menuliskan ceritaku di blog ku ini, atau aku tak pernah lagi memberimu kabar, jangan mencariku, aku hanya tidur, tidur sebentar melepaskan lelah dalam hembusan terakhirku.
Tuhan sebentar lagi aku mau memejamkan mataku untuk melepaskan lelahku dalam tidur, karena aku tau besok pagi aku akan menjalani cerita hidupku lagi bersamamu… AMIN
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Juli 2008 (4)
- April 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- Januari 2008 (12)
- Desember 2007 (12)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
