Sepi…
hari ini, di depan komputer di warnet pakkat aku mengingat kembali disaat dalam perjalanan menuju Pakkat. dari balik kaca mobil aku melihat awan dipagi hari terlihat sangat kelam dan gelap, segelap warna kulit, hati dan perasaanku saat itu, seakan awan itu tau apa yang aku rasa. di bandara aku nggak banyak mengucapkan kalimat perpisahan untuk bapak dan mama. aku hanya memeluk adikku paling bungsu agar aku nggak rindu lagi sama adikku itu, itupun ku usahakan agar aku tidak mengeluarkan cairan kecil yang keluar dari pelupuk mataku atau sebut saja dengan sebutan air mata.
didalam pesawatpun aku tak banyak bercerita sama opung dan kedua tulangku. kembali kulihat kumpulan awan-awan yang kurasa sangat dingin.
sekarang, hampir dua bulan aku berada di pakkat ini, desa kecil yang mulai modern setelah kutinggalkan tahun 1999/2000 yang lalu. banyak hal yang kulalui, tetapi intinya satu “sepi” dan “sedih” yang selalu kurasa.
mungkin akupun sudah merasa jenuh dengan kehidupan dan ntah sampai kapan aku bisa bertahan dengan kehidupan sekarang. bekerja di sebuah sekolah sebagai guru adalah hal yang paling aku tak suka, ditambah lagi dengan gaji yang minim, bahkan untuk membeli pulsa dan pakaian baru pun tak mencukupi. lebih tragis lagi aku tak bisa merasakan makanan yang sering aku makan di Jakarta sana. disinipun untuk bisa makan mie instanpun hampir tak bisa setiap hari.
untukmu bang “r simatupang” terima kasih untuk waktu, tenaga, materi dan pengorbananmu untuk menemaniku lewat telp dalam beberapa bulan ini semenjak kedatanganku di kota kecil ini. dan mungkin sekaranglah aku harus memulai hidup tanpa apa apa dan siapa siapa, dengan begitu aku bisa semakin mengerti apa arti dari perjuangan sebuah kehidupan.
dengan berdikari dan jauh dari orang yang aku sayang, semoga aku bisa merubah hati ini menjadi sebuah batu kecil. keras dan tak akan rapuh.

aku jadi binggun baca tulisanmu ini aku tak menggerti apa maksudnya aku tak ada merasa mengorbankan apa-apa untukmu, malah aku berterima kasih kau masih mau mendengar aku ngomong selama ini tapi hari ini kau udah betul-betul tak mau dengar aku bicara lagi hpmu pun kau tak mau angkat.
yan kalo kau sekarang lagi di warnet, akupun lagi liat foto-fotomu sekarang
Akutidak banyak berkata dan tidak banyak cerita , aku masih menyayangimu dan ingat kata kata terakhir tertanggal 16,4,08 tepatnya jam 8.15 PM yang membuat aku tersinggung, maaf kalo aku diam sekarang ini bukan ke ingginanku tapi kau, dan SMS mu hari sabtu tidak seperti isinya itu hatiku, aku masih sayang samamu aku masih merindukkanmu, seandainya tidak ada lagi rinduku samau berarti aku tidak menyayanggimu , tapi rindu itu masih ada teramat ada dan sayangku sama kau masih seperti yang pertama menggenalmu,”sayangku”
salam kenal
Swandy sihotang
mau gabung di milis pakkat? kirim emai ke saya ya.
swandy sihotang
Kamu memang pandai bercerita didalam hayalanmu
Tapi didalam kehidupan kamu kalah
Baik didalam Karir maupun Cinta
* Franki
kamu adalah orang yang paling sok tau yang pernah gwe kenal