Selamat Ulang Tahun Abang….
Di bulan April ini kedua abang aku yang sama sama bernama Andi berulang tahun… dan keduanya abang yang paling aku sayang.
Andi Ginting 27 April 19XX
Andi Purba 29 April 19XX
buat abang-abang ku yang baik, semoga dengan bertambahnya satu tahun usia mu diberikan Tuhan … abang semakin mengerti apa arti dari kehidupan.
Adikmu….
Netten Heryanti Marbun S.Th
Rindu Tak Berujung
Malam ini 2 jam sudah kulewati, duduk duduk sambil minum soft drink di depan komputer…. ntah apa yang ku cari aku tak tau… tapi aku sudah berhasil mengedit friendsterku kemudian web blog ku sambil mendengar musik di silaban brotherhood, kemudian mengirim E-Mail untuk seseorang yang sampai saat ini masih ku cari keberadaan dan kabarnya.
tertegun juga ketika aku membuka sebuah FS yang sudah lama tak ku buka, kulihat web blog abang B.AP melihatnya bisa menambah foto di FS nya dan membaca isi dari FS nya, membuat ku senang… ya bisa dibilang rinduku sedikit terobati
kemudian kembali ku membuka yahoo dan mencoba mengirim E-Mail yang ku maksud di atas.. dengan harapan abang itu mau meluangkan waktu untuk mengirim sms atau menelponku….
pikiranku menerawang ke 1 tahun silam disaat aku masih bisa berkomunikasi dengan abang tersebut… rinduku semakin besar jika mendengar suara atau membaca tulisannya dari sms di handpone ku.
bersamanya…. memeluknya… dan merindukannya….
Sepi…
hari ini, di depan komputer di warnet pakkat aku mengingat kembali disaat dalam perjalanan menuju Pakkat. dari balik kaca mobil aku melihat awan dipagi hari terlihat sangat kelam dan gelap, segelap warna kulit, hati dan perasaanku saat itu, seakan awan itu tau apa yang aku rasa. di bandara aku nggak banyak mengucapkan kalimat perpisahan untuk bapak dan mama. aku hanya memeluk adikku paling bungsu agar aku nggak rindu lagi sama adikku itu, itupun ku usahakan agar aku tidak mengeluarkan cairan kecil yang keluar dari pelupuk mataku atau sebut saja dengan sebutan air mata.
didalam pesawatpun aku tak banyak bercerita sama opung dan kedua tulangku. kembali kulihat kumpulan awan-awan yang kurasa sangat dingin.
sekarang, hampir dua bulan aku berada di pakkat ini, desa kecil yang mulai modern setelah kutinggalkan tahun 1999/2000 yang lalu. banyak hal yang kulalui, tetapi intinya satu “sepi” dan “sedih” yang selalu kurasa.
mungkin akupun sudah merasa jenuh dengan kehidupan dan ntah sampai kapan aku bisa bertahan dengan kehidupan sekarang. bekerja di sebuah sekolah sebagai guru adalah hal yang paling aku tak suka, ditambah lagi dengan gaji yang minim, bahkan untuk membeli pulsa dan pakaian baru pun tak mencukupi. lebih tragis lagi aku tak bisa merasakan makanan yang sering aku makan di Jakarta sana. disinipun untuk bisa makan mie instanpun hampir tak bisa setiap hari.
untukmu bang “r simatupang” terima kasih untuk waktu, tenaga, materi dan pengorbananmu untuk menemaniku lewat telp dalam beberapa bulan ini semenjak kedatanganku di kota kecil ini. dan mungkin sekaranglah aku harus memulai hidup tanpa apa apa dan siapa siapa, dengan begitu aku bisa semakin mengerti apa arti dari perjuangan sebuah kehidupan.
dengan berdikari dan jauh dari orang yang aku sayang, semoga aku bisa merubah hati ini menjadi sebuah batu kecil. keras dan tak akan rapuh.
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Juli 2008 (4)
- April 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- Januari 2008 (12)
- Desember 2007 (12)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
