Ete Marboen Weblog

web ini didedikasikan utk abang terkasih, Pdm. Rido Manik S.Th

Bebas isinya

ini adalah tulisan kumpulan dari kejadian kejadian yang mengganjal hatiku

dulu aku sering menginap di rumah tulangku, tulang defa, tulang ini beristrikan boru jawa, nantulang itu baik dan cantik. dulu aku sering menjaga anak2nya khususnya anak ke 3, daniel, nah aku pernah mengajak daniel jalan-jalan di komplek perumahan tempat tulang itu bekerja, di asrama brimob tulang ini ABRI. skarang sudah pindah ke condet.
ntah karena apa, kesal atau capek, aku membiarkan daniel ini berjalan, padahal usianya masih kecil dan nggak kuat untuk berjalan kira2 100 meter, usianya kalo gak salah 1 tahun 8 bulan, pertama dia memegang kaki ku, takku hiraukan, kemudian jalan lagi, dan akhirnya dia nangis sambil memegang kakiku, dia meminta di gendong. akhirnya aku gendung daniel dan kucium dia… soalnya aku ga tau mau nya apa, dengan memegang kakiku. sepulang dari rumah nantulang, aku mengingat, wah aku jahat juga sama anak kecil ya, semenjak itu aku rindu untuk bertemu daniel dan segera ingin minta maaf heehehehe

trusss….

hari ini aku baca blog abang aku pemilik www.gibransiahaan.com, ada seseorang memberikan komentar kepadanya, aku bilang komentar itu seru, romantis, dan bikin aku ketawa hehehehe
isinya begini.
Sejak blog abang ini muncul, setiap hari kus’lalu membacanya, entah di kantor atau di rumah. Nggak ada tulisan abang yang kulewatkan, satu kalimat pun tidak, bahkan nggak juga satu kata, termasuk jawaban abang menanggapi semua komentar-komentar yang terkadang bengis seperti nggak berperasaan.

Nama abang pun kucatat dalam buku diaryku. Khayalku dan senyumku menghiasinya. Abang kuanggap sebagai sahabat virtualku yang baru. Sosok abang begitu “menggodaku.” Bagiku, abang adalah seorang yang cerdas meski pun bukan sarjana seperti diriku. Abang seorang yang pemberani, tegas, punya prinsip, namun nggak jahat dan nggak kasar. Abang memiliki karakter yang kuat, memiliki kharisma. Abang orang yang penuh cinta kasih dan lembut, kuyakin begitu.

Maafkan aku bang kalau harus mengatakan hal ini, bahwa aku suka padamu. Mungkin lebih dari itu….. Tapi nggak usah khawatir, aku nggak bermaksud lebih dari sekedar suka ….. atau pun cinta.

Seandainya abang adalah dia yang pernah kumiliki. Maafkan diriku bang, kalau tulisan ini membuatmu resah. Teruslah menulis bang, supaya aku bisa selalu tersenyum di kamar ini.

Salam hangat dariku untuk abang, juga untuk Gibran dan bundanya di Tanah Batak sana. Mereka pasti bangga sekali memiliki abang.

(******* di tanah ++++)

hmmm… kalau komentarku beberapa hari mengenal abang itu, akupun sependapat dengan mbak ****** itu :) tapi nggak seheboh mbak itu sih, lucu aja, karena aku tau abang itu tidak se’garang’ tulisannya, abang ini lembut, bahkan sangat lembut, romantis dikit. hebatnya, tulisannya bisa membuatku berpikir :P , itu perbedaan nya, kalo persamaan nya; aku dan mbak ****** ini sama sama ‘jatuh cinta’ pada sosok bapak beranak 2 ini hehehe.

trus……

aku ingin sekali menyiram kepala salah seorang saudara, karena dia menarik mamakku di acara adat sewaktu makan, setiap kali aku melihat orang itu di pesta ingin marah rasanya. dan aku ingin adu argumen dengan bapak tuaku yang pernah bilang aku ini ekonomi lemah

oh ya jika abang pemilik gibransiahaan.com itu membaca, heheh jadi malu aku hhehh…..
tapi jangan besar kepala ya bang, itu semangatmu untuk terus menulis dan berkarya
oh ya jangan kau komplain dengan tulisanku ini eheheheheheh

aku akan tulis lagi kejadian yang lucu, kesal,mengganjal hatiku, ok, kalau aku ingat

Desember 31, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Cerita Ku | | & Komentar

Foto-foto ku

ini foto ku sewaktu study banding ke YK tahun 2006 lalu, banyak foto ku saat aku jalan jalan ke beberapa daerah, tapi hanya ini yang tersimpan

depok

Desember 30, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Cerita Ku | | 1 Komentar

Ete, kapan kawin?

Untuk orang yang pernah bicara denganku, hati-hati jika menanyakan pertanyaan ini kepadaku, karena aku akan menutup kedua telingaku sembari berkata “emang gwe pikirin”. pertanyaan di atas sering ku dengar setelah aku diwisuda November kemarin, dan aku rasa lambat laun pertanyaan itu nggak akan ku dengar lagi, karena orang akan bosan dengan jawabanku. 3 hari lalu mama bilang “molo adong na mangaririt ho, oloi ma”, tanggal 29 Des kemarin mama tua bilang “kalau kau kawin pestanya kayak gini nggak” kepadaku di acara pernikahan saudara. dan beberapa hari yang lalu, pemilik situs www.gibransiahaan.com pun menulis email kepadaku menanyakan hal yang sama. padahal usiaku baru 23, aku merasa masih belum cukup segala-galanya untuk menikah :D B`Andi pernah bilang, ‘kau itu nggak normal dek’. aku nggak ngerti arti normal yang dia maksud, tapi yang ku tangkap, tidak normal itu berarti kelainan seorang perempuan yang tidak bernafsu sama lawan jenis, alias lesbi. setiap orang yang menanyakan kapan aku kawin, kepalaku langsung berdenyut, sepertinya otak di kepalaku ini menguap karena kepanasan.
Seperti ada suara bisikian berulang-ulang di kupingku
Kawin…
Kawin…
Kawin…
alah… ck ck ck emangnya gwe sapi, yang kawin cuman ikutin dorongan kelamin… hmmpp cape deh…
banyak hal yang lebih penting ketimbang mikirin kawin, tapi yang utama, banyak keinginanku yang harus kupenuhi dulu sebelum kawin. buatku urusan kawin urusan belakangan dan gampang, setelah keinginanku terpenuhi dulu tentunya. buat apa kawin kalau hati menderita. (plesetan dari B`AP, buat apa kerja jika hati menderita) kalau aku; jika hidup sendiri lebih baik buat apa berdua :) eh salah ya? kebalik :P

Desember 30, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Cerita Ku | | & Komentar

Agama ku, ya agamaku, agamamu, ya agamamu

ada yang mengganjal mataku sewaktu aku membaca sebuah blog, dan akupun menulis di blog-ku, blog yang isinya semau gwe, dan lahir dari pikiranku selama kurang lebih 5 tahun kuliah yang memberiku gelar S.Th. aku harap yang membaca webku ini tak mengomentari yang macam-macam, apalagi mengajakku berdebat tentang agamaku, dengan berat hati aku akan hapus. aku hanya ingin menyumbangkan hal yang ku anggap “penting” sehingga nggak ada kesimpangsiuran lagi. yang jelas, ini hanyalah isi dari pikiranku dan penenang dari hatiku. aku harap pembaca tidak marah, karena ini hanya sebuah tulisan, suka – suka gwe. ini aku ambil dari kampanye anti agama, www.blogberita.com

1) Ini dari Injil lho, kata-kata Yesus “Jangan sangka aku datang membawa damai, melainkan pedang”.
(silahkan baca alkitab, Yesus itu sumber Damai.) simple kan, karena aku nggak bisa menjelaskan jika yang bertanyapun tak tahu siapa yang sedang dibicarakan.

2) kami bukan seperti kamu yang mempermainkan agama, lihat aja dalam film bisa joget2 dalam gereja, bisa tembak menembak padahal itu tempat ibadat.
(film adalah cerita yang di buat manusia, sedangkan hidupmu adalah hasil karya dari sutradara, penulis kehidupanmu; TUHAN) aduh…. anak kecil saja tahu, jika film itu bukanlah cerita sungguhan.

3) Yesus berkata begitu, jalan kebenaran dan hidup. tapi bukannya masuk syurga, cuma jalan2 aja hehehe. lagipun hanya untuk bangsa Israel aja, bukan seluruh manusia.

(Yesus memang jalan kebenaran dan hidup, jalan-jalanpun ada tujuannya, yaitu jalan kebenaran. dan jalan itu bukan untuk bangsa Israel saja, jika kamu hidup pada jaman PL (perjanjian Lama) statementmu memang benar, tetapi Allah menggenapi janjinya dengan mengutus anak-Nya yang Tunggal sebagai ganti dosamu dan dosaku, supaya kita bisa bersama sama tinggal dengan-Nya di rumah Bapa. jadi statmentmu itu tak berlaku setelah adanya PB (perjanjian Baru). kawan, Tuhan itu tidak pilih kasih, karena itu dia mengorbankan anak yang dikasihi-Nya untuk mati di kayu salib sebagai gantinya, agar semua bangsa, suku kaum dan bahasa datang untuk menyembah-Nya

(4)*** Saya kurang setuju dengan tulisan Mas *****. Sebagai seorang muslim, kita harus membela agama, dan memang tidak boleh menjelek-jelekkan agama yang lain. Namun saya melihat kesalahan fatal Mas ***** karena telah membela agama lain dan justru menyebut nama Tuhan agama lain seperti Jesus, Mulajadi bolon. Saya menduga ke-Islaman mas ***** masih perlu dicurigai/dipertanyakan.***

jawabku :
apa kah kita lebih besar dari Tuhan sehingga kita layak untuk membelanya; seharusnya, kitalah manusia yang kecil dan hina ini yang pantas Tuhan bela. siapa kita? berani membela Tuhan!. seandainya ada Front Pembela Kristen, maka aku adalah orang pertama yang menentang berdirinya organisasi itu. abang ku itu tidak salah ** *******, jika ia memilih agamanya yang sekarang, yang dirasanya pas dengan tubuhnya yang kurus itu, tetapi agama bukanlah perkara pakaian atau makanan, tetapi perkara lain, pekaranya dengan Tuhannya. mamakku pernah bilang, kita hidup ibarat asap, terlihat hanya sebentar, kemudian lenyap, hilang. jadi pergunakanlah hidupmu. beberapa hari yang lalu aku mengikuti abang ku untuk natalan di kantor tempatnya bekerja, www.depkeu.go.id. dan aku baru pertama kali melihat ibu menteri depkeu menyanyikan lagu “white christmas” dengan merdu, sehingga akupun menjadi malu, aku yang nasrani saja tak bisa sepandai beliau dalam menyanyikan lagu itu, jadi apakah ke-Islaman ibu itu patut dipertanyakan???
ah kurasa tak ada yang berani komplain dengan bu mentri….

aduh maaf sembari ku menulis ini, ada seorang kawan di samping ku yang mengelus kepalaku hingga ku ingin tidur….

Desember 28, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Renungan | | & Komentar

Aku

hmm sebelum membaca blog ini, ku ceritakan sedikit tentang diriku ya, aku, anak pertama, lahir tanggal 25 Juli dua puluhan tahun yang silam, dengan nama Netten Heryanti Marbun. adik ku ada 5; empat perempuan dan si bungsu lelaki. dibawah ku namanya Loria, lahir tahun 86 sekarang dia bekerja di Apotik asrama Brimob, dibawahnya Devita, lahir tahun 88, dia skarang kabur dan belum kembali, dibawahnya ivana, aku ga tau dia lahir tahun berapa. dirumah dia punya nama julukan ipantat, atau ipandut, dibawahnya Siholmarito, dia sering di panggil maritem, atau markonah, aku ga tau tahun berapa adikku ini lahir, dan aku juga gak tau mengapa sehingga ada julukan itu.  adik ku sering memanggil si ‘balga’ ulu’ ( sibesar kepala), adikku yang bungsu Sion Samuel Anggela, lahir tahun 1999. aku orang batak, boru marbun. mamaku boru sinaga. aku baru tamat kuliah dari Universitas Kristen Indonesia akhir november yg lalu, kesibukanku sekarang adalah mencari pekerjaan (hehehe), sampai batas akhir Jan aku tak dapat kerja di Jakarta, aku putuskan untuk mengajar di Pakkat, desa kelahiran mamaku, tempat terpencil di kaki gunung. aku memiliki banyak ‘abang’ yang memberiku banyak support dan motivasi dalam mengerjakan skripsi ku dulu.
aku memiliki masa kecil yang tidak begitu indah untuk diceritakan, tentang banyak hal, dari TK sampai SD aku sekolah di sekolah katolik, SMP ke negeri dan SMA 1 tahun di katolik, kemudian pindah lagi ke negeri. dan kuliah di univ kristen. dengan cerita waktu sekolahpun kurang bagus untuk dikenang…..
aku pernah dekat dengan beberapa orang, kemudian tak lama aku tinggalkan.
aku hobby dengan internet, jalan-jalan, petualangan dengan alam, renang dan baca buku
cita citaku banyak, hanya saja nggak pernah kesampaian hingga saat ini

sifatku itu keras, sekeras hatiku. tapi kadang aku bisa lembut jika berada dekat orang lembut. aku tak mau di atur. dan aku nggak bisa hidup tertekan, karena aku sudah merasakannya hampir sepertiga hidupku. tak suka dibohongi. aku suka ceplas ceplos, ga peduli perasaan orang, yang penting aku sudah sampaikan maksudku. aku orang serius, tapi aku suka bercanda. aku ini orang kasar. tapi bisa lembut. kadang sifat ke kanak-kanakanku muncul jika ku berinteraksi dengan anak kecil. aku suka berkawan tapi tak segan juga berkelahi jika aku merasa terganggu.

hmmm saya kira cukup dulu, nanti saya edit lagi…. ya, kalau ada waktu, dan kalau lagi mood hehehe… salam.

Desember 28, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Cerita Ku | | & Komentar

Surat mu untukku II

Yanti yang baik….
T’rima kasih buat e-mail kamu yang sudah kau kirim
Aku tau kalau aku sepantasanya harus menyadari siapa aku
“Seorang pria yg sudah pernah berkeluarga….”
Yang hanya mencoba untuk mencari teman hidup kembali
di antara belantaranya keprihatinan dan rasa kasihan seorang wanita
Itu pun kalau masih ada….
Yanti yang baik….
Aku gak pernah bisa menyalahkan kamu
Karena bagi aku, kamu gak pernah buat kesalahan apapun
Kalaupun itu aku memang merasakan kecewa
Itu karena aku yang terlalu “bodoh” untuk memaksa kamu mengerti aku…
Aku terlalu egois untuk memaksa kamu mengerti masalah aku
Atau aku terlalu konyol buat merusak suasana hati kamu
Yanti yang baik….
Aku jujur mau katakan bahwa aku sangat senang menerima telp kamu
Aku merasa tidak sendiri lagi
Aku merasa punya teman yang peduli dgn keadaan aku
Ya, keadaan aku sebagai seorang “duda”
Aku merasa kalau kamu sangat menghargai persahabatan kita
Apalagi kita satu suku, satu agama dan satu iman
Aku sangat berterima kasih buat semuanya
Yanti yang baik….
Maafkan aku kalau aku terlalu bodoh untuk mengatakan apa yang
sesungguhnya aku tidak tau dan tidak mengerti
Aku gak mau membuat kamu berpikir keras karena aku
Aku justru pingin kamu benar-2 tenang dan baik dlm kuliah kamu
Aku akui kalau aku bersalah karena terlalu bodoh untuk mengatakan apa yang
sesungguhnya tak pantas aku katakan dan paksakan pada kamu
Yanti yang baik….
Aku gak bisa bilang apapun pada kamu
Aku gak mungkin memaksa kamu untuk melakukan sesuatu buat aku
“memangnya SIAPA AKU BAGI DIRI KAMU?”
Itulah yang aku sadari benar-2 Yantiku….
Aku sangat-2 tidak pantas buat mencoba mencintai/menyukai kamu
Aku terlalu bodoh Yanti…
Maafkan aku ya?
Mungkin aku terlalu terobsesi oleh kondisi dan posisi aku
sebagai seorang DUDA….sendirian…dgn anak yg membutuhkan seorang ibu..
Maafkan aku yg bodoh ini…
Dan aku gak bisa bicara apa-2 lagi..
Maafkan aku…
*** *****…

Desember 24, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Rido Manik | | No Comments Yet

Surat mu untukku

Yantiku yang baik…

Aku berterima kasih buat e-mail kamu yang sdh kamu kirim ke aku, dengan ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru kamu untuk aku. Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa HP aku gak aktif belakangan ini. Dan aku tidak setuju dengan pra-duga kamu tentang aku yang telah berusaha untuk melupakan kamu. Yantiku, aku tidak pernah akan mampu untuk melakukan hal itu. Sungguh…aku tidak akan dapat melupakan semua yang pernah dan telah terjadi (ada) di antara kita….

Yantiku yang baik….

Aku mau katakan bahwa seminggu yang lalu aku mengalami kecelakaan ringan yang menurut keterangan dokter praktek yang merawat aku tidak terlalu berbahaya. Aku hanya harus istirahat di rumah selama 4 hari. Peristiwa itu terjadi pas setelah kamu telepon aku malam Sabtu minggu yang lalu, ketika kamu memberi kabar lewat telepon ke aku bahwa kamu sudah berada di Bogor, dan rencananya pada hari Minggu kamu akan berangkat ke Bandung.

Yanti….

Terus terang….ketika mendengar kabar itu, aku sama sekali gak konsentrasi. Pikiran aku kacau balau. Aku bertanya-tanya dalam hati, mengapa Yanti harus melakukan hal itu? Dan dengan siapa dia pergi ke Bandung? Untuk apa dia pergi ke sana? Kamu masih ingatkan, ketika kamu telp aku siangnya sebelum kamu berangkat, aku terus saja menebak dan bahkan mungkin sedikit “curiga” ke kamu kalau kamu pergi untuk menemui “pacar” kamu yang dulu itu. Jujur aku katakan bahwa sejauh itu aku tetap beranggapan dan menduga kamu memang menemui dia. Bahkan sampai malam ketika aku menerima telp kamu dari Bogor itu, aku sedang ke rumah teman kerja aku, aku ingat bahwa aku juga sempat bilang bahwa kamu akan menemui dia khan? Kamu masih ingat itu?

Nah….

Sepulang dari situlah, aku sepertinya gak konsentrasi benar-2 di atas motor aku…..lalu entah bagaimana, aku nyerempet (atau diserempet) mobil “kuda” metalik, aku gak ingat no. polisinya waktu itu. Aku terjatuh ke trotoar jalan, dan memang gak sempat pingsan. Hanya saja, wajah aku ada sedikit lecet sebelah kiri. Untung aku ditolong oleh beberapa pejalan kaki yang sedang jalan pada saat itu. Pukul 13.15 dini hari aku baru benar-2 bisa pulang ke rumah, setelah mendapat perawatan ringan dari praktek dokter yang tidak jauh dari tempat peristiwa itu. HP aku rusak, dan sepertinya gak bisa difungsikan lagi. Makanya gak ada yang bisa aku hubungi dan menghubungi aku.

Yanti…..

Malam sabtu ini (10 Des 2004) aku sepulang dari kantor, aku singgahkan di warnet teman aku, untuk membuka e-mail (dan kalo-2 kebetulan kamu ol, tapi gak ada aku temui nick kamu), dan aku temukan beberapa catatan-catatan penting kamu dalam e-mail aku. Terus terang aku sangat terharu dan merasa sangat bersalah sama kamu. Aku terlalu kejam dan kelewatan beropini jelek terhadap kamu. Aku memang sempat menaruh “benci” ke kamu, karena perkataan kamu yang jujur kamu ungkapkan ke aku. Akhirnya aku menyadari bahwa sesungguhnya kamu tidak bersalah dalam hal ini. Kamu memang sewajarnya mengungkapkan apa yang sedang kamu alami dengan segala kondisi yang sedang membebani kamu. Dan aku sebagai seorang yg sdh dewasa tidak sepatutnya mempersalahkan kamu. Karena aku tahu kalau kamu pernah punya masa lalu yang indah dan sekaligus mengecewakan. Kamu hanya mengungkapkan apa yang sedang kamu alami saat itu.

Yantiku…..

Dengan e-mail ini, aku minta maaf yang sebesar-2 nya ke kamu untuk semua apa yang sdh aku ungkapkan ke kamu yang telah membuat hati kamu sakit dan kecewa sama aku. Aku memang bukan laki-laki yang baik untuk seorang gadis baik sepertimu; Aku memang bukan seorang “abang” yang baik buat seorang “adik” sepertimu: Aku memang bukan seorang “saudara” yang baik untuk seorang “saudara” sepertimu…..dan Aku memang bukan seorang KEKASIH yang baik untuk seorang KEKASIH sepertimu. Aku sadari sepenuhnya hal ini.

Yanti….

Kalaupun aku sempat menulis e-mail ini untuk kamu, keadaan kesehatanku belum pulih seutuhnya. Sebab, kata dokter praktek yg merawat aku, ada tulang bahu sebelah kiri aku yang memar, sampai saat ini masih aku rasa sedikit sakit kalau aku paksakan bergerak terlalu banyak. Mungkin untuk beberapa hari ke depan, aku harus istirahat, dan jam kerjaku aku minta untuk sementara dikurangi. Aku ceritakan ini ke kamu hanya sebagai ungkapan kenyataan mangapa kamu gak bisa menghubungi aku lagi. Ingat….aku tidak pernah bisa melupakan kamu…walau itu sempat aku coba ketika aku marah dan membenci kamu kemarin-kemarin. Tetapi, yang ada hanya satu: AKU TIDAK BISA MELUPAKAN KAMU……

Yanti….

Mudah-2 an dengan ini kamu bisa mengerti apa yang sedang terjadi terhadapku. Aku akan baik-2 saja koq. Mungkin, aku harus memetik hikmah yang berharga dari semua peristiwa ini. Oya….ntar kalau aku sudah bisa membeli HP baru aku lagi….aku beritahu nomornya ke kamu ya? Dan aku lupa no telp rumah kamu dan HP kamu…..habis, kartunya seeh ikut-ikutan rusak. Ingat ya sayang: AKU AKAN TETAP MENYAYANGI KAMU WALAU APAPUN YANG AKAN AKU LEWATI DALAM SEPANJANG PERJALAN KARIR DAN HIDUP AKU….

Dari yang selalu menyayangi kamu

**** ******** *****

Desember 24, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Rido Manik | | No Comments Yet

Doa orang ngantuk

Tuhan Yesus, malam ini aku sudah berkali-kali menguap

Aku ngantuk sekali ingin cepat tidur lelap

Sebab itu, maaf doaku singkat sekejap

Tetapi percayaku kepadaMu tetap

Bahwa pada siang terang dan malam gelap

Kasih-Mu tidak pernah lenyap

Dan penyertaan-Mu senantiasa tetap

Hoaaaaaahhh! Lagi-lagi aku mengiap

Amin

Desember 24, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Renungan | | & Komentar

Berjalan di belakangnya

Setiap aku jalan dengan B`AP, dia selalu marah dan mengomel bila aku berjalan di belakangnya, sebenarnya itu hanya kebiasaanku, akupun akan berada di belakang bila sedang berjalan dengan mamak atau bapak, sebenarnya ini bukan kebetulan, beberapa bulan yang lalu sebelum aku menulis skripsiku, aku membeli beberapa buku dari BPK Gunung Mulia, buku itu karangan Dr Andar Ismail, penulis seri selamat, yang buku nya selalu laris bak kacang goreng hehehe….

Di buku itu ditulis makna dari berjalan di belakang Yesus, ada dua kata yang berasal dari kata dasar yang sama, yakni ikutlah, dan mengikuti yang dalam bahasa aslinya menggunakan dua kata yunani yang beda, ikutlah aku berasal dari kata deute opisoo mou yang berarti marilah di belakang-Ku atau berjalanlah di belakang-Ku. Sedangkan mengikuti berasal dari kata ekolouthesan yang berarti mengikuti.

Jadi sebelum aku membeli buku itu pun aku sudah biasa berada di belakang bila sedang berjalan dengan siapapun, dan di buku itu bilang, seorang murid secara harfiah memang harus berada di belakang gurunya, tetapi ajakan Yesus untuk berjalan di belakang-Nya bukan dalam arti yang sempit. Mengikuti atau berjalan di belakang seseorang akan berdampak pada kehidupan kita, hidup kita akan berubah tergantung dari siapa yang kita ikuti, misal, kalau kita mengikuti seorang pengembara, banyak yang berubah mulai dari waktu kita tidur, makan dan pakaian pun ikut berubah, dan yang penting gaya hidup juga otomatis berubah. Dan perubahan itu berbeda lagi jika kita mengikuti PSK, pelaut, atau seorang biarawati.

Sama halnya jika kita mengikuti dan berjalan di belakang Tuhan Yesus, hidup kita mau nggak mau akan berubah, karena Tuhan Yesus itu unik, coba deh baca di Alkitab perjalanan Tuhan Yesus mulai dari kecil hingga Dia mati di kayu salib. Tapi jangan salah, Tuhan nggak meminta kita untuk berubah , Dia hanya mengajak kita untuk berjalan di belakang-Nya, mau nggak mau kita akan berubah. Tuhan Yesus tidak suruh kita untuk berubah, melainkan mengajak kita berubah. Jadiiiiiiii ….. sebesar apapun rintangan yang kita hadapi kita tidak akan ditinggalkannya seorang diri, kita diajak berjalan terus dibelakang-Nya.

Setelah ku baca buku itu, aku berpikir, jadi selama ini aku berjalan di belakang abang itu, akupun jadi ‘mirip’ dengan B`AP, mulai dari gaya bicaraku, pola pikirku, dan jugulku pun sebagian hasil pembagian sifat dari abang itu hehehe (semoga kau membaca blog ini tidak ngomel dan menyuruh aku menghapus tulisan ini yah B`AP hehehehe, karena tulisan ini tak kan ku hapus.), tapi ada juga segi baik yang ku dapat dari mengikut B`AP, tak perlu ku tulis lah, nanti besar kepala dia, dan kemudian dia jadi semakin gemar mengejekku.

 

B`AP yang ku maksud di sini AP ya.

Selamat Berteduh

Desember 24, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Renungan | | & Komentar

Kawanku, Dosen di YK

Beberapa hari ini aku chat dengan seorang kawan yang tinggal dan kuliah juga bekerja di YK, bang Rintar nama nya, dia orang batak, Simatupang, abang ini baik, tapi kadang suka marah kalau aku memakai kalimat bahasa batak yang kasar, hehehe mungkin karena abang ini lama di YK dengan adat dan lingkungan yang halus jadi agak janggal bila mendengar orang memanggilnya dengan sebutan “kau”,”eh”. abang ini banyak bercerita tentang S2 yang diambilnya di YK, juga pekerjaannya, chat dengan bang Rintar memberiku keinginan untuk melanjutkan S2 ku, walupun itu baru sebuah impian.

Aku pernah membaca sebuah kalimat bijak bahwa orang yang mempunyai impian lah yang bisa mewujudkan apa yang dia inginkan, hmmmpp semoga aja itu terjadi sama ku ya

Berikut adalah foto abang itu, bang Rintar

Rintar Agus Simatupang

Desember 23, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Abang Ku | | & Komentar

Akhirnya selesai juga kuliahku

hari itu, 29 Nov 2007 sebenarnya bukan hari yang spesial, hanya saja itu sebuah akhir dari perjalanan panjang kuliahku selama ini, yang dari siang sampai malam ku di kampus, dengan rutinitas yang sama hampir 5 tahun…. dimarahi dosen, dikecewakan kawan, dan dikhianati blum lagi setiap pulang kuliah aku harus memanjat pagar agar bisa masuk kerumah karena kemalaman pulang. ntah berapa banyak kecewa, lelah dan derita yang tergores karena nya…. tapi hari ini aku bisa menarik nafas panjang untuk sementara, meregangkan badan dan menjernihkan pikiranku “kemana aku setelah ini”

kurapihkan kamarku dan segera bergegas mandi untuk pergi ke sebuah salon dan setelahnya langsung ke JCC tempat acara hebat itu berlangsung. selama di mobil tak banyak yang ku pikirkan.. hanya saja aku terpikir oleh abang ***** yang akan datang di hari wisudaku, di jalan, macetnya rute yang tarus dilalui menambah jenuhku.

sesampainya di JCC ku cari bangku ku dan bergabung dengan teman2 ku yang lainnya. agak senang memang, sembari mencari abang yang kumaksudkan tadi, yang ternyata nggak datang. kuhibur diriku dngan menyibukkan sms dengan “pacar” ku yang ada di bali… dia pun akan datang, tapi ku tau dia gak akan datang hati ini dan memang benar tak datang.

akhirnya aku dan kawan2ku ku pun mendapat giliran untuk maju kedepan agar kuncir di topi wisudaku berpindah posisi :P , dan kusalam pula rektor dan dekan fakultasku… ada satu kekuatan yang ada saat aku berjabat tangan dengan dekan ku itu, kekuatan dan motivasi yang memintaku untuk semangat dalam meneruskan dan mentransfer ilmu yang kudapat.

ntah lah, tak tau jadi apa aku kelak, yang ku tau hanya berjuang, meneruskan kehidupan. sebelum pulang inilah foto yang bisa ku cetak….

akhir dari sebuah kesesakan dan langkah awal dalam melangkah

 

Desember 22, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Cerita Ku | | & Komentar

Untukmu, cepatlah kembali

aku, 19 Des 07

Malam ini sengaja ku buka kumpulan data-data dari e-mail yang ku simpan dalam USB ku, satu persatu ku buka e-mail yang ada di komputerku, perhatianku tertuju pada sebuah e-mail yang ku dapat 4 tahun silam dari seseorang yang pernah memberikan banyak kenangan manis, sekaligus luka yang hingga sekarang tak kunjung baik, agak lama memang aku membacanya, walaupun aku pernah membacanya setiap aku merindukan abang itu. Pikiran ku melayang ke masa 2 tahun silam saat aku masih sering bertemu untuk membahas judul skripsiku. dan akhirnya jadilah skripsiku yang sekarang ini, skripsi hasil dari saran dan usulannya, setelah ku menyodorkan beberapa judul. Kembali ku baca surat itu, ya.. itulah motivasi yang mendorong aku untuk segera menyelesaikan skripsiku…. aku seperti merasakan kembali kehadirannya ketika ku buka halaman demi halaman pada buku itu.

Aku nggak mengerti, kenapa sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan sosoknya sebagai abang dan kekasih yang baik untukku.

Ntah lah, sampai sekarangpun hanya dia yang bisa menenangkan hatiku. Kembali ku buka buku skripsiku dan ku lihat halaman moto dan persembahan itu.

Skripsi ini ku persembahkan untuk Tuhan Yesus yang baik, Florentius Marbun (papa), Rita Sinaga (Mama), karena mereka aku boleh menyelesaikan skripsi ini. Serta Abang yang terkasih Pdm. Rido F Manik S.Th, amarahmu adalah cambuk agar aku dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu, juga untuk Sandra tersayang.

Mengenalmu dan kehilanganmu adalah cerita dari kehidupan

Rio Manik

Desember 22, 2007 Ditulis oleh Ete Marboen`s | Cerita Ku | | & Komentar