Sampai kapan
Tuhan…
Berulang kali aku berdoa dalam hati kepada-Mu tentang hidupku, cara-Mu menuliskan cerita hidupku begitu takku mengerti… banyaknya masalah dan persoalan yang boleh kau izinkan ku lalui dalam hidupku membuatku semakin mengerti bahwa kau ingin menjadikanku anak-Mu yang setia kepada-Mu walapun kadang rasa sakit yang kurasa dalam perjalanan hidupku ini membuatku sering memakimu, tapi aku yakin kau adalah kekasih, sahabat dan Bapa yang setia kepadaku, walaupun kadang keraguan sering ada dalam hatiku kau selalu meyakinkanku untuk selalu berjalan bersama-Mu dalam sepanjang hidupku….
Tuhan…
aku ingin menuliskan banyak keinginanku yang sampai hari ini ingin Kau kabulkan… aku ingin bertemu dengan Abang Manik yg ku kenal beberapa tahun lalu…juga aku ingin bertemu dengan orang yang ku kagumi caranya menceritakan sejarah hidupnya lewat situs webnya dan sekarang aku juga sedang membaca websitenya …TAPI yang penting dan utama adalah, aku ingin menjadi seorang anak yang dapat membahagiakan orang-orang yang ku kasihi… Mama, Bapak, Tulang, kekasihku…. karena pengorbanan mereka sangatlah besar dan aku tak tau hancurnya hati mereka jika aku tak dapat menjadi apa yang mereka inginkan, walaupun kau tau aku tersiksa menjalani semua ini…. dan ……Tuhan, aku ingin sembuh atas sakitku yang ku jalani dalam 7 tahun terakhir ini…
Tuhan…
tentang hal ini aku sering menangis… dalam gelapnya malam dan sunyinya hari-hariku… aku ingin sembuh dan pulang ke kota kelahiranku Jakarta… kadang aku terbangun dalam tidurku dan menangis sampai kapan lagi ya Bapa… hanya Engkau ya Bapa tempatku mengadu… tapi lepas semua itu terima kasihku ucapkan, bahwa dalam pahitnya perjalanan hidupku di kota pakkat Kau berikan aku seorang teman yang dapat ku pinjam bahunya untuk tempatku menangis… walaupun aku tau diapun sedang menjalani cerita hidupnya sendirian. Dan teruntukmu, jika aku tidak lagi menuliskan ceritaku di blog ku ini, atau aku tak pernah lagi memberimu kabar, jangan mencariku, aku hanya tidur, tidur sebentar melepaskan lelah dalam hembusan terakhirku.
Tuhan sebentar lagi aku mau memejamkan mataku untuk melepaskan lelahku dalam tidur, karena aku tau besok pagi aku akan menjalani cerita hidupku lagi bersamamu… AMIN
